Rabu, 02 November 2022

Demonstrasi Kontekstual 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

Demonstrasi Kontekstual 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Pada kegiatan Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2 tentang Pemimpin dalam Pengeloaan Sumber Daya, calon guru penggerak disajikan video praktik baik dalam Pemanfaatan Aset dengan BAGJA https://www.youtube.com/watch?v=YMflitCt1yI



Dari video tersebut calon guru penggerak diminta menganalisis visi dan prakarsa perubahan, mengidentifikasi kegiatan berdasarkan alur BAGJA, mengidentifikasi peran pemimpin pembelajaran, dan menganalisis modal utama yang dimanfaatkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dapat diuraikan sebagai berikut.

·         Kira-kira apakah visi dari sekolah tempat guru tersebut mengabdi?

Berdasarkan hasil menyimak dan menganalisis video praktik baik tersebut, visi dari  sekolah tersebut adalah “Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, kreatif, dan kolaboratif dengan lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangkan”.

·         Apakah prakarsa perubahan yang akan dilakukan oleh guru dalam tayangan video tersebut?

Adapun prakarsa perubahan yang akan dilakukan oleh guru dalam tayangan video tersebut adalah mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar.

·         Apakah pertanyaan utama dari kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video tersebut?

Tahap pertama pada alur BAGJA adalah  B-uat pertanyaan utama. Dalam  video tersebut pertanyaan utama yang  muncul adalah “Bagaimana cara mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar?”.

·         Kegiatan/tindakan apa yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video yang menggambarkan tahapan: BAGJA

Tahapan BAGJA  yang pertama adalah B-uat pertanyaan utama. Dengan pertanyaan “Bagaimana cara mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar?”, tindakan yang dilakukan adalah adalah guru mengajak rekan sejawat untuk merumuskan pertanyaan utama dari prakarsa perubahan yang akan dilakukan, menyiapkan pertanyaan pemantik sebagai penyemaangat belajar berdasarkan pendapat dan pengalaman murid, meminta pendapat murid tentang situasi kelas yang menyenangkan dan nyaman.

Pada tahapan kedua A-mbil pelajaran, guru mengajukan pertanyaan (1) Kelas mana yang kalian sukai yang menurut kalian sudah membuat nyaman dan menyenangkan untuk belajar?, (2) Apa yang bisa membuat kelas tersebut menjadi menyenangkan?,  (3) Apa yang kalian dan teman kalian sukai dari kelas tersebut dan alasannya? (4) Apa  saja yang sudah menyenangkan dan kalian  sukai dari kelas sendiri?. Kegiatan yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah guru memfasilitasi pembentukan kelompok murid (menjadi empat kelompok), murid mengambil pelajaran dari kelas lain untuk menambah insprirasi kelas yang membuat semangat dengan melakukan observasi dan tanya jawab dengan teman di kelas 2 dan 6, murid membuat laporan observasi dan wawancaranya kemudian mendiskusikannya di kelas bersama guru.

Tahap ketiga adalah G-ali mimpi. Pertanyaan yang dibuat adalah (1) Kelas seperti apa yang kalian impikan?, (2) Bagaimana bayangan kelas yang nyaman, menyenangkan, dan menjadi penyemangat belajar?, (3) Buatlah ilustrasi/gambar kelas yang membuat kalian bersemangat belajar!. Kegiatan yang dilakukan adalah siswa diminta memejamkan mata, kemudian membayangkan suasana kelas seperti apa yang diinginkan, yang nyaman, menyenangkan, dan menjadi penyemangat belajar. Siswa mendiskusikannya bersama kelompok dan menggambarkan kelas yang nyaman dan menyenangkan sesuai dengan yang dibayangkan, kemudian mempresentasikannya. Guru mencatat hasil diskusi kelompok tentang kelas impian.

Tahapan keempat J-abarkan rencana, dengan pertanyaan “Apa yang harus kita lakukan untuk kelas impian kita?” dan “Apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan kelas impian?”. Tindakan yang dilakukan adalah guru berdikusi dan berkolaborasi dengan murid dalam membuat daftar kebutuhan dan kegiatan yang perlu dilakukan untuk mewujudkan kelas impian.

Pada tahap A-tur eksekusi, pertanyaan yang dibuat adalah “Kapan waktu untuk mewujudkan kelas impian?”. Langkah eksekusi yang dilakukan adalah membuat kesepakatan untuk menentukan waktu pelaksanaan kegiatan yang direncanakan, guru  memfasilitasi pembentukan empat kelompok, murid diberikan kesempatan untuk menentukan pembagian tugas dalam kelompoknya dan bekerja sama menata  kelas sesuai pembagian tugas.

·         Apa peran pemimpin yang tergambar dalam tayangan video?

Berdasarkan tayangan video, guru melakukan perannya sebagai pemimpin pembelajaran dengan mengembangkan lingkungan belajar berbasis aset atau kekuatan yang ada pada kelas. Guru berupaya untuk berkolaborasi dengan murid mengidentifikasi sumber daya yang ada dengan menggali inspirasi dari kelas lain. Guru memberikan motivasi dan mendorong murid untuk berpikir terbuka bahwa sekolah sebagai ekosistem yang dapat saling berhubungan dan bekerja sama mewujudkan visi sekolah, diantaranya kelas yang nyaman dan menyenangkan.

·         Apa saja modal utama yang dimanfaatkan oleh pemimpin pembelajaran dalam tayangan video? Lalu bagaimana pemanfaatannya?.

Modal utama yang dimanfaatkan diantaranya adalah (1) modal manusia, meliputi: kepala sekolah, guru, dan murid; (2) modal sosial, yaitu  hubungan baik dan antusiasme warga sekolah; (3) modal fisik, yaitu ruang kelas; (4) modal lingkungan/alam, yaitu beberapa bahan dari alam dan sekitar yang digunakan untuk menghias kelas; (5) modal finansial, yaitu dana sekolah dan partisipasi orang tua dalam pengadaan alat dan bahan yang digunakan  untuk menghias kelas. Modal utama tersebut dapat dimanfaatkan dengan membangun komunikasi dan kolaborasi atau kerja sama yang baik dengan paradigma berpikir sekolah milik bersama dan kepentingan yang paling utama adalah untuk murid dengan mewujudkan lingkungan positif, nyaman, dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler

Kesenian Karawitan Sigro-Sigro