JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.1
Merefleksikan merupakan kegiatan perenungan untuk memetik hikmah, yang perlu dituangkan dalam bentuk catatan di setiap akhir kegiatan pembelajaran, sebagai rekam jejak kemajuan, bahan evaluasi dan langkah-langkah pengambilan tindak lanjut. Pada pembelajaran modul 1.1 tentang filosofi Ki Hadjar Dewantara ini direfleksikan dalam catatan dengan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.
1. Facts (Peristiwa)
Pendidikan guru penggerak yang waktu itu dimulai dengan pembukaan pada tanggal 18 Mei 2022 melalui live streaming youtube memberikan banyak wawasan terkait proses yang harus dilalui selama pendidikan enam bulan. Penjelasan pada pembukaan yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah itu sangat memotivasi saya untuk dapat komitmen belajar secara mandiri dan kolaboratif. Setelah dua hari belajar mandiri memahami kembali pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan dari modul 1.1 di LMS dan sumber lain di internet, saya menyadari ada yang kurang tepat dalam pembelajaran dan pola pikir saya. Hal ini diperkuat ketika forum diskusi melalui virtual meeting bersama rekan pesera guru penggerak, pengajar praktik, dan fasilitator selaku pemantik atas terbukanya mindset baru tentang peran guru dalam “menuntun” murid.
Proses pendidikan guru penggerak ini terasa dapat berjalan baik setelah pertemuan Lokakarya 0 atau orientasi. Seperti mendapatkan angin segar karena di sana dihadirkan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang bersama-sama telah menyampaikan kekhawatiran dan harapan-harapan dari program ini. Dari pertemuan itu, pengajar praktik memberikan lembar kerja untuk memberikan gambaran aksi nyata yang akan saya lakukan untuk pengembangan diri dan sekolah, namun tugas yang harus dikumpulkan secepatnya itu saya belum benar-benar yakin karena belum mengomunikasikannya bersama warga sekolah.
Selain tugas mandiri, pada kegiatan modul 1.1 refleksi filosofis pendidikan KHD ini juga disediakan ruang kolaborasi untuk membahas tugas kelompok terkait kekuatan konteks sosio-kultural dari masing-masing peserta CGP yang sejalan dengan pemikiran KHD untuk menebalkan laku murid. Setelah penyampaian pendapat setiap CGP, diambillah satu kesepakatan bahan yang akan dipresentasikan. Dari tanggapan dan presentasi kelompok lain, kegiatan ini menumbuhkan kembali semangat saya untuk mengembangkan program seni karawitan yang sudah berjalan di sekolah namun belum maksimal.
Setelah mendemonstrasikan pemikiran KHD dalam karya, dan puisi sebagai karya yang mewakili pemikiran saya selama merefleksikan pemikiran KHD, saya kembali mendapatkan pencerahan atas persamaan perspektif dari instruktur dan pendapat dari peserta lain pada kegiatan elaborasi konsep.
Selama dua minggu pertama pendidikan guru penggerak ini saya mengalami kesulitan beradaptasi membagi waktu. Saya lebih fokus pada kegiatan langsung di lapangan karena dalam masa pemulihan citra baik sekolah sehingga mengesampingkan tugas LMS. Namun demikian, dengan komitmen awal saya tetap mengupayakan dapat menyelesaikan tugas LMS dengan sepenuh hati.
2. Feelings (Perasaan)
Awalnya saya merasa kegiatan dan tugas di LMS akan mengganggu waktu pembelajaran di kelas, namun saya bersyukur karena kegiatan temu maya dilakukan setelah jam sekolah dan tugas di LMS pun bisa saya kerjakan dengan waktu dan bentuk karya yang merdeka, namun saya juga perlu memenej waktu lebih baik.
Saya sangat senang bisa belajar bersama orang-orang yang bagi saya, mereka adalah orang-orang hebat, semangat tinggi mereka memberikan energi positif bagi saya dan saya sangat mengagumi setiap pemikiran-pemikiran yang mereka sampaikan. Hal itu tidak membuat saya minder, namun saya yang tidak suka berbicara di depan orang banyak, merasa butuh waktu lebih banyak untuk dapat beradaptasi. Untuk itu, saya juga perlu meningkatkan literasi untuk penguasaan materi.
3. Findings (Pembelajaran)
Proses pendidikan guru penggerak yang telah berlangsung selama dua minggu ini sangat membuka pandangan saya tentang dunia anak bersama pendidikannya. Semboyan KI Hadjar Dewantara, ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani yang sejak lama dikenal ini belum cukup membuat saya meresapi maknanya. Namun setelah mempelajari modul 1.1 yang dilakukan secara mandiri, berkelompok dan virtual meeting berbagi refleksi dengan instruktur, fasilitator, pengajar praktik, dan rekan-rekan CGP, saya rasa dapat berkaca dan mengintrospeksi diri tentang pemikiran saya sebelumnya.
Selama dua minggu pertama banyak hal yang saya pelajari. Tentang tujuan pendidikan yang semestinya sebagai pendidik, saya harus dapat menuntun murid mencapai keselamatan dan kebahagian sesuai kodrat alam dan zamannya dengan menebalkan laku dan budi pekerti luhur dan berbudaya. “Kowe bakal dak mulyakake selawase” kalimat KHD itulah yang membuka hati saya untuk dapat menghamba kepada murid dengan setulusnya.
Kegiatan yang dilakukan dengan merefleksi ini, memaksa saya untuk dapat menilai dan menuangkannya dalam karya. Dan menulis adalah tantangan bagi saya. Refleksi yang memerdekakan ini, memotivasi saya untuk kembali membuka blog dan menekuni kembali keterampilan mengedit video.
4. Future (Penerapan)
Dengan belajar dan berbagi selama dua minggu proses pendidikan guru penggerak, banyak pengalaman yang secepatnya perlu diterapkan dalam pembelajaran maupun dalam lingkungan sekolah. Perlahan hasil refleksi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dapat kami terapkan di lingkungan sekolah. Menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan dengan permainan dan lebih terbuka akan pendapat murid, sehingga sumber belajar tidak lagi hanya berasal dari guru. Dengan memberikan gambaran sikap positif yang akan mereka lalui dalam tujuan pembelajaran dan tidak memaksakan murid untuk menguasai sesuatu yang dipilihkan oleh guru, ternyata membuat murid lebih bahagia dan menikmati pilihan mereka. Sikap ini nampak ketika mereka diajak untuk membuat kesepakatan bersama menyusun kegiatan pelepasan kelas VI. Mereka dengan senang hati memilih penampilan yang diminati. Kegiatan ini akan masuk dalam aksi nyata sebagai refleksi modul 1.1 ini.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar