Aksi Nyata Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan emosional
Implementasi Pembelajaran sosial emosional di kelas VI nampak seperti pada rekaman video berikut:
Di awal kegiatan pembelajaran, kompetensi sosial emosional (KSE) untuk menumbuhkan kesadaran diri dilakukan guru dengan memutarkan film pendek inspiratif. Setelahnya guru mengajak murid mendiskusikan perasaan dan hikmah yang dapat mereka pelajari dari film tersebut. Murid dapat menyebutkan hal-hal yang disyukuri dimulai dari bangun tidur hingga sampai di sekolah, guru mengajak murid untuk mengucapkan syukur.
Pada kegiatan inti, guru berupaya untuk mengembangkan kesadaran diri dengan menampilkan emoji yang menggambarkan perasaan atau emosi. Murid menggambarkan emoji yang mewakili perasaannya pada lembar kertas dan saling menyampaikan perasaannya kepada teman. Kompetensi kesadaran sosial murid nampak ketika memberikan respon terhadap emosi yang dirasakan teman dan pengelolaan diri agar fokus kembali dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Saat diskusi kelompok, guru memberikan kesempatan kepada murid untuk memutuskan pembagian tugas sesuai kemampuan anggota kelompok. Kegiatan ini dapat mengembangkan KSE murid dalam pengambilan keputusan yang bertangung jawab. Sedangkan untuk keterampilan berelasi murid, dikembangkan ketika melakukan diskusi bersama kelompok tim ahli dan memberikan respon ketika teman atau kelompok lain melakukan presentasi.
Pada kegiatan akhir pembelajaran KSE, untuk meningkatkan keterampilan berelasi, guru menuntun murid melakukan pembiasaan mengucapkan terima kasih, memuji teman, dan pelukan persahabatan dengan menirukan kalimat guru "Hai, temanku. Terima kasih untuk hari ini. Kamu sudah menjadi penyemangatku. Tetaplah menjadi cantik/ganteng. Sampai kapanpun kamu adalah saudaraku." Kemudian berpelukan.
Setelah melaksanakan pembelajaran sosial emosional, saya merasa lebih dekat dengan murid. Murid dapat menyampaikan emosi yang dirasakan dengan jujur, sehingga hubungan emosional guru dengan murid, murid dengan murid lebih baik. Hal ini juga berdampak baik pada penerimaan murid terhadap materi pembelajaran. Praktek baik pembelajaran sosial emosional ini dapat diterima dan diimplementasikan oleh guru sejawat di kelasnya. Ke depan, saya akan selalu mengupayakan pembelajaran yang berorientasi pada murid dengan memfasilitasi kebutuhan belajar murid yang berdiferensiasi dan mengembangkan kompetensi sosial emosional diri sendiri, murid, juga optimis untuk rekan sejawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar