![]() |
| Ki Hadjar Dewantara Sumber gambar: tribunnews.com |
Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah tuntunan dalam hidup dan tumbuhnya anak sesuai dengan kekuatan kodratnya sendiri yang belum dipengaruhi oleh keadaan di luar dirinya. Sedangkan pengajaran adalah salah satu bagian dari cara bagaimana pendidikan tersebut dapat tercapai sesuai tujuannya, yakni memanusiakan manusia sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pengajaran ini dilakukan dengan cara membekali ilmu cipta, rasa, dan karsa yang berfaedah sebagai tuntutan dalam hidup lahir dan batin anak yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Sehingga kodrat anak tersebut dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal.
Pemikiran KHD mempunyai relevansi dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini, yang telah mengupayakan dapat berjalan sebagaimana pemikiran KHD, yakni pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Dengan adanya perubahan dan pengembangan kurikulum demi kepentingan peserta didik, menghimbau guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran, sehingga peserta didik lebih banyak berperan dalam proses pembelajaran.
Namun pada konteks pendidikan di sekolah saat ini, pendidikan belum sepenuhnya berpusat pada peserta didik. Meskipun belum maksimal, guru sedang mengupayakan untuk merubah mindset tentang pendidikan yang hanya terjadi di kelas dan guru sebagai satu-satunya pentransfer ilmu. Upaya ini perlu waktu dan kesadaran bagi seluruh pelaku pendidikan. Perlu kesadaran bagi guru untuk menghargai dan mengembangkan kekurangan dan kelebihan anak sebagai kekuatan kodratnya, serta melakukan pendekatan untuk menjaga hubungan emosinal.
Dalam menjalankan aktivitas sebagai guru, saya menjumpai bermacam karakteristik anak. Pembelajaran jarak jauh yang sempat terjadi saat itu sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya kodrat anak. Karena kehadiran fisik guru tidak dapat tergantikan oleh teknologi. Sedangkan untuk mendalami karakter yang saya temukan dalam diri anak tentunya perlu meluangkan waktu yang lebih banyak, selain kedekatan rohasi, fisik pun tidak kalah pentingnya. Sehingga pemikiran KHD ini saya relevansikan dalam kelas dengan bentuk penghambaan dengan tulus. Pendidikan yang berhamba pada anak,, sebagai guru benar-benar tulus ikhlas memahami karakteristik anak yang berbeda-beda, dengan segala permasalahan dan pemecahannya. Menuntun anak untuk dapat mengenali dan mengembangkan potensinya. Dengan menghamba, guru dapat meciptakan pendidikan dan pengajaran yang dapat menjadi kendali bagi tabiat-tabiat anak yang tidak baik dan dapat menebalkan dasar jiwa yang baik, sehingga nampak budi pekerti yang baik
Setelah mempelajari modul tentang pemikiran KHD ini menjadikan saya lebih termotivasi untuk terus melanjutkan proses pengajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dengan harapan bahwa, saya dapat menjadi pendidik yang solutif terhadap kekurangan dan kelebihan peserta didik. Sehingga peserta didik lebih terbuka, memahami dan menerima dirinya serta bersama membuat kesepakatan untuk masa depan hidup lahir dan batin yang merdeka.
Salam Bahagia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar